Kamis, 19 September 2013
GALAU MELANDA
GALAU MELANDA
Galau atau gelisah adalah penyakit yang dapat membunuh secara perlahan-lahan. Galau yang
berlebih juga bisa dikategorikan sejenis penyakit biologikal juga
psykologikal yang diderita seseorang. Hal ini akan mempengaruhi
pemikiran (mental), anggota badan (fisik) dan perasaan (rohani) bagi
mereka yang sedang dihinggapi galau. Penyakit galau ini
tidak pernah memilih kepada siapa dia, bisa orang itu kaya atau miskin,
anak-anak ataupun orang dewasa, orang bodoh ataupun cendikiawan.
Penyakit galau bisa datang kepada siapa saja tanpa memilih usia, tempat dan juga derajat.
Gelisah, murung dan galau merupakan
asam garam dalam kehidupan mereka yang bergelar insan, yang artinya
setiap manusia tidak akan terlepas daripada penyakit ini. Hal tersebut
disebabkan karena gelisah merupakan sifat asal manusia yang kadangkala
menjurus kepada hal hal yang lebih dalam lagi seperti depresi, paranoid
bahkan menimbulkan malapetaka seperti bunuh diri. Seandainya dapat
mengendalikan diri dari galau dan mampu melewati berbagai tekanan hidup,
Insya Allah penyakit seperti ini tidak akan melampaui batas.
Banyak cara mengatasi galau yang
tentu saja berbeda beda satu dengan yang lainnya. Salah satu yang
diajarkan dalam Al-Quran adalah Allahumma innii as’aluka nafsan
muth-ma-‘innatan, yu’minu biliqaa’ika, wa tardha bi qadhaa-‘ika, wa
taqna-‘u bi’athaa’ik yang artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
kepadaMu jiwa yang tenang, beriman bertemu denganMu, ridha terhadap
segala ketentuanMu dan menerima sepenuhnya pemberianMu
SELAMAT SIANG KAPTEN
SELAMAT SIANG KAPTEN
Tadi malam 18/1 kami mendengar kabar engkau pergi ke luar kota, untuk urusan dinas kah kapten? Layaknya seorang pemimpin keluarga yang mencari nafkah untuk anak dan istrinya? Atauu oohh ya saya paham pasti engkau pergi sebentar ke salatiga karena ada keluarga yang hajatan bukan? Saya harap begitu, dan artinya pasti engkau akan pulang ke rumah dan membawa kabar yang lebih baik untuk kami nanti.
Jangan bereskan barang-barangmu yang menumpuk di mess ya kapten, itu bukankah rumahmu juga? Pemain idolamu Kurniawan Dwi Yulianto bukankah pemain jebolan Diklat ragunan dan klub kebanggaanmu juga bermarkas disana juga bukan?
Resto Mbah Jingkrak di GOR Bulungan, Soto Ceker Blok M, Sate Ayam Petrok, Ayam Bakar Babe Lili, Soto Betawi Bang Idris dan Nasi Uduk Kebon Kacang. Kalau bisa beri kami jadwal hari apa saja engkau berkunjung kesana ya kapten. Kami tidak minta untuk ditraktir ko’, kami hanya ingin sekedar bertegur sapa saja secara langsung, karena tegur sapa kami waktu http://savolchbonus.net engkau latihan dan bertanding biasanya selalu engkau anggap dingin, karena kami tau engkau sedang berkonsentrasi penuh bukan? Hehehe..
Ohh iya kapten,waktu engkau pulang nanti ajari kami cara membedakan meloncat dan melompat ya. Setahu kami engkau tidak pernah meloncat dari masalah tetapi engkau selalu melompat untuk mengambil ide permasalahan tersebut dan itulah itikad dari seorang pemimpin.
Kapten,kita mungkin tidak lagi selalu berhadapan dan bertatap penuh harapan seperti layaknya katedral dan istiqlal, tapi memang cinta dan loyalitas bukan hanya sekedar verba dan wacana. Karena kami tahu bahaya jika cinta loyalitas hanya sekedar verba dan wacana, siapa yang meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan akan jadi masalah utama. Tetapi balada ini tidak bercerita tentang siapa yang meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan,karena kami yakin engkau akan kembali pulang kapten
Rabu, 11 September 2013
Sleman Kami Datang Kami Menang
Siang itu 22 agustus 2013,,,saya sedang berada di alun2 banjarnegara,karena hari itu Ultah Banjarnegara ke 180 tahun . . .
seperti biasa,sambil online akun twiter The jakmania banjarnegara,upload foto2 kegiatan di yg sedang berlangsung saat itu,,,di tengah2 ketidak jelasan dmn akan berlangsungnya laga panas (yg tertunda) Persija vs Persib,saya baca dari JakOnline bahwa Pertandingan tersebut Fix akan berlangsung di sleman . . .
seketika hp langsung ramai sms dan bbm tentang berita tersebut,,,,
malamnya.langsung aq hubungi teman2 Jakmania banjarnegara.mulai merencanakan untuk melakukan tour kesana . . .ada beragam balasan,ada yg siap ikut,ada yg blm jelas,ada pula yg langsun menolak hehehe
mepetnya waktu sempat menjadi kendala.mau pake apa kesana.akhirnya di putuskan memakai mobil L300.yah pasti berfikir cm muat berapa ? memang tidak banyak,tp lumayan,bisa di bikin muat 14orang....
tgl 28 agustus 2013,hari yg di tunggu,datang,kami berangkat jam 6 dari banjar,berbekal uang seadanya,
kami berangkat kesana,meski harus dg bolos sekolah dan jg bolos kerja . . .demi rasa cinta ke persija,
SLEMAN kami datang begitu mobil mulai bergerak.sepanjang jalan kami mendengarkan musik2 persija,semakin menambah semangat kami . . .
sampai disana,makan,kumpul sama teman2 yg lain,nyari tiket dan perlahan2 masuk stadion . . .
sebenarnya Keadaan nyaman saja sebelum "mereka" datang dan membuat ulah....
pertandingan terhenti beberapa kali karena terjadi insiden...dan yg pasti kami yg jadi saksi disana,terserah berita yg kemudian ramai di dunia maya :)
pertandingan selesai,dg Hasil seri 1-1 . . .
sempat di tahan di stadion oleh pampel dan polisi,kami perlahan2 keluar dr stadion,berkumpul lagi di luar dg teman2 yg lain dan bersiap untuk pulang . . .
Hari itu,,,,hari yg takan terlupakan . . .
The Jakmania Banjarnegara ada untuk Mendukung Persija . . .
mendukung dengan cinta,mendukung dengan hati,
terima kasih persija atas semangatmu . . .
kami berjanji,kalian takan pernah sendiri . . .
Sleman Kami Datang Kami Menang . . .
@Bayu_Setiyo20
Rabu, 31 Juli 2013
Terimakasih Bambang Pamungkas! #B3P3ForPersija
Walau raga tak lagi disana, tetapi jiwa akan selalu bersama,
berjuang untuk Persija Jakarta #PersijaSelamanya -Bambang Pamungkas-
JakOnline - Terimakasih Bambang Pamungkas! Kalimat pertama yang membuka sebuah “hadiah” kecil, bentuk penghargaan kami, sesuatu yang mungkin tidak akan bisa membalas semua yang telah kamu berikan untuk tim kebanggaan kami, walaupun kami tau kamu pun melakukannya dengan penuh rasa cinta untuk Persija Jakarta tanpa mengharap apapun imbalannya.
Sudah kurang lebih 13 tahun kamu memberikan seluruh tetes keringat, bahkan darah ketika kamu cidera hanya untuk Macan Kemayoran, walaupun dirimu bukan putra asli Jakarta segalanya yang terbaik telah engkau berikan. 182 gol hanya untuk Persija di kompetisi sepakbola Indonesia bukan jumlah yang sedikit untuk ukuran seorang pesepakbola lokal telah kamu berikan, dan kamu pun pernah merasakan patah kaki itu juga bersama Persija Jakarta.
Raihan gelar juara untuk yang pertama kali di era Liga Indonesia bergulir kamu persembahkan untuk Persija di tahun 2000/2001 sekaligus mengukuhkan dirimu sebagai top skor di tahun yang sama, selang setahun kemudian di tahun 2001/2002 kamu menjadi pemain terbaik Liga Indonesia
Kamu juga yang berjuang bersama kami suporter Persija ketika dihadapkan dengan masalah dualisme, bahu membahu di atas keyakinan yang sama, bahwa tidak ada yang perlu diragukan, ketika Persija yang asli adalah Persija dengan dukungan The Jakmania, Persija yang sudah mengukir satu bintang diatas logo monas sebagai lambang 10 kali juara sejak era perserikatan. Dan masih banyak lagi gelar baik secara individual maupun secara tim, yang kamu sudah berikan untuk Persija Jakarta.
Ketika pemain lokal di Indonesia tidak bisa bertahan dengan waktu yang lama hanya di satu klub, kamu pun membuktikan dengan hanya membela satu klub yang juga kamu cintai Persija Jakarta dalam jangka waktu tidak sedikit yakni 13 tahun, sebuah loyalitas yang tidak usah diragukan!
Musim ini di tahun kompetisi 2012/2013 bisa disebut sebagai tahun pergolakan hati yang sangat besar, tidak hanya untuk kami suporter, tapi juga untuk dirimu, ketika dengan segala masalah dan problematika yang ada kamu dengan sangat berat hati tidak jadi bagian skuad Persija yang kami dukung. Lagi-lagi kamu membuktikan rasa cinta yang sangat besar untuk Persija dengan memilih istirahat dan tidak memperkuat klub manapun, dan mengerjakan kesibukan lain dibidang jurnalistik yang saat ini sedang kamu rintis.
Terakhir, memang terasa berat ketika menghadapi kenyataan di musim ini, tidak ada lagi teriakan “Bambang Pamungkas Macannya Persija bola ditendang langsung masuk ke gawang, sorak-sorak The Jak Bergembira hari ini raih poin 3” dan chant lain yang didedikasikan untuk kamu ketika memberikan dukungan untuk Persija di stadion, tapi kami harus tetap tegar dan roda hidup terus berjalan. Apalagi ada seuntaian kalimat yang kamu ucapkan dan membuat kami tenang, “Musim ini mungkin belum bisa memperkuat Persija, musim depan ya, kita bertemu kembali”. (Zani-JO)
Selamat ulang tahun Bambang Pamungkas, ke 33 tahun doa yang terbaik selalu meluncur dari hati kami untukmu, sampai jumpa tahun depan! #B3p3ForPersija
JakOnline - Terimakasih Bambang Pamungkas! Kalimat pertama yang membuka sebuah “hadiah” kecil, bentuk penghargaan kami, sesuatu yang mungkin tidak akan bisa membalas semua yang telah kamu berikan untuk tim kebanggaan kami, walaupun kami tau kamu pun melakukannya dengan penuh rasa cinta untuk Persija Jakarta tanpa mengharap apapun imbalannya.
Sudah kurang lebih 13 tahun kamu memberikan seluruh tetes keringat, bahkan darah ketika kamu cidera hanya untuk Macan Kemayoran, walaupun dirimu bukan putra asli Jakarta segalanya yang terbaik telah engkau berikan. 182 gol hanya untuk Persija di kompetisi sepakbola Indonesia bukan jumlah yang sedikit untuk ukuran seorang pesepakbola lokal telah kamu berikan, dan kamu pun pernah merasakan patah kaki itu juga bersama Persija Jakarta.
Raihan gelar juara untuk yang pertama kali di era Liga Indonesia bergulir kamu persembahkan untuk Persija di tahun 2000/2001 sekaligus mengukuhkan dirimu sebagai top skor di tahun yang sama, selang setahun kemudian di tahun 2001/2002 kamu menjadi pemain terbaik Liga Indonesia
Kamu juga yang berjuang bersama kami suporter Persija ketika dihadapkan dengan masalah dualisme, bahu membahu di atas keyakinan yang sama, bahwa tidak ada yang perlu diragukan, ketika Persija yang asli adalah Persija dengan dukungan The Jakmania, Persija yang sudah mengukir satu bintang diatas logo monas sebagai lambang 10 kali juara sejak era perserikatan. Dan masih banyak lagi gelar baik secara individual maupun secara tim, yang kamu sudah berikan untuk Persija Jakarta.
Ketika pemain lokal di Indonesia tidak bisa bertahan dengan waktu yang lama hanya di satu klub, kamu pun membuktikan dengan hanya membela satu klub yang juga kamu cintai Persija Jakarta dalam jangka waktu tidak sedikit yakni 13 tahun, sebuah loyalitas yang tidak usah diragukan!
Musim ini di tahun kompetisi 2012/2013 bisa disebut sebagai tahun pergolakan hati yang sangat besar, tidak hanya untuk kami suporter, tapi juga untuk dirimu, ketika dengan segala masalah dan problematika yang ada kamu dengan sangat berat hati tidak jadi bagian skuad Persija yang kami dukung. Lagi-lagi kamu membuktikan rasa cinta yang sangat besar untuk Persija dengan memilih istirahat dan tidak memperkuat klub manapun, dan mengerjakan kesibukan lain dibidang jurnalistik yang saat ini sedang kamu rintis.
Terakhir, memang terasa berat ketika menghadapi kenyataan di musim ini, tidak ada lagi teriakan “Bambang Pamungkas Macannya Persija bola ditendang langsung masuk ke gawang, sorak-sorak The Jak Bergembira hari ini raih poin 3” dan chant lain yang didedikasikan untuk kamu ketika memberikan dukungan untuk Persija di stadion, tapi kami harus tetap tegar dan roda hidup terus berjalan. Apalagi ada seuntaian kalimat yang kamu ucapkan dan membuat kami tenang, “Musim ini mungkin belum bisa memperkuat Persija, musim depan ya, kita bertemu kembali”. (Zani-JO)
Selamat ulang tahun Bambang Pamungkas, ke 33 tahun doa yang terbaik selalu meluncur dari hati kami untukmu, sampai jumpa tahun depan! #B3p3ForPersija
Thank You The Great Bambang Pamungkas. Beyond Compare Captain!!!
JakOnline – Cepat atau lambat seragam oranye
itu memang pasti akan engkau tinggalkan. kata-kata itu selalu saya ingat
setiap kali saya melihat anda memimpin macan-macan lainnya di lapangan,
bermain untuk kebanggaan kapanpun dan dimanapun.
Terbayang dalam benak saya suatu perpisahan yang indah saat saya melihat Del Piero dilepas oleh juventini di stadion mereka. Penuh rasa terima kasih. baik dari pemain, klub dan supporter. Seperti itulah bayangan yang terbersit di pikiran saya untuk anda. melepas anda dengan penuh rasa terima kasih, setelah sebelumnya anda memimpin macan-macan lain membawa kebanggaan kita menjadi juara.
Namun, malam ini, buyar sudah apa yang saya bayangkan. saya cinta persija, benar. tetapi anda bagian dari hal yang saya cinta. masuk dalam sejarah besarnya, ikut besar seiring kebesaran namanya. dan bagi saya, anda adalah legenda dari Persija di era saya. dan anda “terusir” dari kebanggaan kita setelah nama anda tidak didaftarkan dalam skuad Persija, hanya karna anda memperjuangkan hak anda dan macan-macan lainnya.
Sedih? jelas, belasan tahun sejak anda mengenakan kostum Persija, saya menyukai anda. menjadikan anda idola, tidak hanya urusan sepakbola. urusan kepemimpinan, patriotik, nasionalisme, loyalitas, dan besar hati saya banyak belajar dari anda. anda, salah satu inspirator dalam hidup saya.
Terima kasih atas apa yang anda berikan bagi Persija. gelar juara, permainan hebat, kepemimpinan yang hebat juga. terima kasih juga telah ikut berjuang untuk menunjukkan bahwa kebanggaan kita lah yang sejatinya Persija. (Edja-JO)
Sukses untukmu, keluargamu dan saya yakin dirimu tetap ada untuk Persija. anda dan saya, selamanya Persija.
Terbayang dalam benak saya suatu perpisahan yang indah saat saya melihat Del Piero dilepas oleh juventini di stadion mereka. Penuh rasa terima kasih. baik dari pemain, klub dan supporter. Seperti itulah bayangan yang terbersit di pikiran saya untuk anda. melepas anda dengan penuh rasa terima kasih, setelah sebelumnya anda memimpin macan-macan lain membawa kebanggaan kita menjadi juara.
Namun, malam ini, buyar sudah apa yang saya bayangkan. saya cinta persija, benar. tetapi anda bagian dari hal yang saya cinta. masuk dalam sejarah besarnya, ikut besar seiring kebesaran namanya. dan bagi saya, anda adalah legenda dari Persija di era saya. dan anda “terusir” dari kebanggaan kita setelah nama anda tidak didaftarkan dalam skuad Persija, hanya karna anda memperjuangkan hak anda dan macan-macan lainnya.
Sedih? jelas, belasan tahun sejak anda mengenakan kostum Persija, saya menyukai anda. menjadikan anda idola, tidak hanya urusan sepakbola. urusan kepemimpinan, patriotik, nasionalisme, loyalitas, dan besar hati saya banyak belajar dari anda. anda, salah satu inspirator dalam hidup saya.
Terima kasih atas apa yang anda berikan bagi Persija. gelar juara, permainan hebat, kepemimpinan yang hebat juga. terima kasih juga telah ikut berjuang untuk menunjukkan bahwa kebanggaan kita lah yang sejatinya Persija. (Edja-JO)
Sukses untukmu, keluargamu dan saya yakin dirimu tetap ada untuk Persija. anda dan saya, selamanya Persija.
Mencintaimu (Persija) dengan hati
Tanpa gue sebutkan, pasti kalian semua tau kejadian apa yang sampai membuat citra baik Jakmania tercoreng sekali lagi. The Jakmania jumlahnya puluhan ribu, dan kejadian kemarin hanya melibatkan beberapa orang saja. Tetap saja “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”.
Bahkan setelah diketahui pelaku sebenarnya belum tentu dari pihak Jakmania.
Karena korban adalah team rival, dan kejadian terjadi di Jakarta, sekali lagi Jakmania harus menjadi kambing hitam di peristiwa ini. Sudahlah..
Ambil hikmah dari semua catatan kelam ini. Bukan berarti yang lalu biarlah berlalu, tetapi mari jadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi di masa depan. Mulai dari hati.. Cintai Persija dengan hati. Maka semua ego dan kesombongan perlahan tersingkir demi hal yang di cintai dengan hati, Persija.
Yang diperlukan macan ini bukan pria-pria pemberani, kuat, dan keras kepala. Tapi macan ini membutuhkan mereka yang bisa berteriak lantang meneriakan namanya dari arah tribun ketika mereka berlaga. Bukan teriakan makian ke kubu lawan yang mereka pinta, tapi teriakan untuk membakar semangat di dada mereka yang mereka harapkan.
Laga terakhir menjamu Persita kemarin 26/6 SUGBK, terlihat kedewasaan Jakmania sudah terbentuk. Di beberapa tribun terlihat kelompok supporter Persita. Dan bila di flashback, Jakmania dan Viola (supporter Persita) memiliki hubungan yang kurang harmonis. Tetapi lihat sekarang! Sampai hari ini gue belum denger ada pihak Viola yang mendapat intimidasi dari pihak supporter Persija. Standing applouse untuk kita semua. Pertahankan ini, demi nama baik Persija dan Jakmania.
Anggaplah Persija seperti kekasih atau sahabat atau Ayah & ibu kalian. Sekali lagi, cintai Persija dengan hati. Jangan biarkan Persija yang menerima luka atas kesalahan yang kita perbuat.
Macan ini sudah mulai bangkit, bantu dia berjalan, bantu dia kembali berlari, bimbing dia agar kembali ingat bagaimana menerkam mangsanya. Gue percaya, kalian bisa mencintai Persija dengan hati. Dan ga mungkin ngebiarin macan ini kembali terjatuh di lubang yang sebenarnya kita buat untuk mangsa si macan.
Gue yakin, macan ini masih ingat bagaimana cara menerkam mangsa nya. Tanpa perlu campur tangan kita dan tanpa harus kita buatkan lubang, gue yakin macan ini masih mampu. Gue yakin! Berdiri saja di sisinya, teriaklah, berikan semangat untuknya, bersama sama kita kembalikan Macan Kemayoran kepada habitatnya, menjadi juara! (@rawkvicky/JO)
Persija, maafkan kami belum bisa menjadi yang terbaik untukmu.
Maaf karena kami sering mengecewakanmu.
Dan maaf atas luka yang masih sering kami berikan untukmu.
Mengaumlah sekerasnya..
Berlarilah sekencangnya..
Dan kami akan kembali menjalankan tugas kami disini, mencintaimu dengan hati.
Selasa, 30 Juli 2013
Sejarah berdirinya jakmania Banjarnegara
Awal Berdirinya Jak Banjarnegara
Diawali dengan kecintaan gw terhadap Persija, gw mempunyai ide untuk
bikin suatu komunitas pecinta Persija di daerah gw. Memang di daerah gw
banyak pecinta persija tapi buat nyatuin mereka sangat sulit, kebanyakan
karena gw ga kenal. Saat itu temen gw yang bener2 cinta sama Persija
cuma 1 sebut saja namanya Agin. Sebelum berdirinya Jak Banjarnegara kami
berdua memang sering ngumpul bareng Jak Purwokerto karena massa mereka
yang sudah agak banyak kalo ngga salah saat itu ada 30an . Ide buat
komunitas di daerah sendiri muncul dalam benak gw, saat itu gw berjuang
buat ngumpulin para pecinta Persija di daerah gw tentunya bersama
sahabat gw Agin. Gw bikin Questioner tentang Persija buat gw bagi2in ke
sekolah2. Hampir 1 minggu gw bagi2 questioner. setelah semua terkumpul
dan gw data memang banyak yang suka Persija, tentu dengan alasan
berbeda2. tapi itu hanya sebatas suka, bukan cinta Persija dari hati
yang paling dalam.Saat itu pun gw sudah putus asa, tekad gw buat nyatuin
pecinta Persija di daerah gw ga bakal terwujud, apalagi temen gw Agin
kuliah di luar kota jadi kami sudah jarang berkomunikasi. Setelah sekian
lama tekad itupun muncul kembali setalah gw curhat ke panutan gw, yaitu
sapa lagi kalo bukan Bung Ferry. Dari beliaulah semangat buat nyatuin
pecinta Persija di daerah gw muncul kembali. Waktu itu memang lagi
rame-ramenya dengan situs jejaring Sosial facebook. Terus gw coba
iseng-iseng bikin grup "Jakmania Banjarnegera Community", banyak juga
yang gabung pada saat itu, banyak sms juga masuk ke hp gw nanyain home
base Jak Banjarnegara, kebanyakan orang asli Banjarnegara pecinta
Persija yang tinggal di Jakarta.
Saat itu gw ngga menyiakan
kesempatan buat ngumpulin mereka, saat itu cuma orang 4 yang kumpul cuma
buat sekedar sharing tentang kecintaan mereka terhadap Persija, jauh
dari perkiraan gw sebelumnya. Mereka adalah Dodo, Gunawan, Bang Teguh
(kakak Gunawan) dan tentunya gw sendiri Dhanz. Bang Teguh emang sudah
jadi anggota Jakmania, gw juga banyak belajar dari dia. Semakin lama
semakin banyak juga yang pengin gabung di Jakmania Banjarnegara, Banyak
dari mereka yang masih sekolah, jadi buat ngumpul2 seringnya hari
minggu. Pas waktu ngumpul pertama anak yang dateng kira2 cuma 10 anak,
gw liat mereka memang para oren sejati. Saat itu juga pun gw langsung
mempunyai ide tuk bikin kaos, mungkin salah satu cara nyebarin virus
oren melalui bikin kaos ini. Dan ternyata perkiraan gw bener banyak yang
mulai minat buat gabung bareng kami. Pas acara ngumpul selanjutnya
memang banyak yang dateng. bisa dibilang paling banyak, kalo ga salah
saat itu ada 25 anak yang ikut kumpul, bukan cuma dari laki2 saja dari
kaum hawa pun ada yang ikut gabung, tapi cuma 5 orang saja.
Dan saat
itu tanggal 27 Juni 2010 temen2 banyak yang usul buat bikin susunan
organisasi biar lebih terkordiniir, kebetulan pas yang lagi ngumpul
banyak jadi gw setuju tuk bikin susunan organisasi . Waktu itu memang
semua langsung nunjuk gw buat jadi ketua Jak Banjarnegara, mungkin
karena mereka anggep gw pemersatu para pecinta Persija di Banjarnegara.
Jadi gw bertugas buat mengkoordinir semua anggota Jak Banjar.Jak
Banjarnegara pun kami resmikan berdiri tanggal 27 Juni 2010. Acara
ngumpul selanjutnya gw berniat buat bikin banner, yang nantinya bakal
kami bawa saat nonton Persija bertanding.
Seperti yang Bung
Ferry bilang ke gw, "Jumlah ga penting, yang penting kalian Solid"
memang saat itu jumlah kami sekitar 30anak, dan apa yang gw khawatirkan
terjadi satu per satu anggota banyak yang sudah ga aktif lagi,
kebanyakan memang kuliah di luar kota, tapi banyak juga yang
mengundurkan diri dan memilih ikut komunitas genk motor. Dan sampe saat
ini yang masih aktif kira2 10 anak. mungkin 10 anak ini yang bener2
mencintai Persija dari hati.
Tur Pertama kali Jak Banjarnegara
nonton Persija adalah saat Persija vs Persela Lamongan di Semarang, saat
itu kami berangkat dengan naik mobil kira-kira yang ikut waktu itu 8
anak. Ada yang menarik dan bikin gw salut sama anggota gw yang satu ini
namanya Rifki, kebetulan waktu itu hari sabtu. Saat itu pun gw bersama
anggota lain yang ikut tur sudah berkumpul di alun2 Banjar, dari Banjar
berangkat pagi sekitar jam 8.00. Pas semuanya dah siap kami pun pergi ke
Semarang, tapi tiba2 Rfiky telpon gw buat ikut nonton, gw kira dia
emang ga jadi ikut karena dia lagi ada ujian, pas dia udah sampe di
alun2 gw tanya "katanya ga jadi ikut lu" dia jawab " gw abis di kejar
satpam sekolah, tadi gw lompat pager cuma pengin nonton Persija, gw
bolos buat Persija, ayo kita berangkat". Salut gw ama dia, bela2in bolos
ujian cuma pengin nonton Persija. ga salah sama jargon Jak Banjarnegara
"KANGGO PERSIJA APA BAE TEK LAKONI" (Demi Persija Apapun Kulakukan)
Sudah 1 tahun lewat Jak Banjarnegara berdiri, susah senang kami jalani
bersama entah itu saat tur nonton Persija atau cuma sekedar ngumpul.
Jujur bagi gw atau mungkin bagi rekan2 Jak Outsiders yang lain sangat
menyayangkan kejadian rekan2 Jakmania di Jakarta yang ribut dengan
sesama Jakmania juga. Disaat Jakmania outsiders mati2an berjuang cuma
buat bisa nonton Persija berlaga, sedangkan rekan Jakmania yang berada
di Jakarta malah ribut sesama Orang oren. sekian tulisan dari gw
mengenai awal adanya Jakmania Banjarnegara ini. Bagi temen2 Jakmania
outsiders lain tetap semangat dukuung Persija, meskipun kita ngga
tinggal di Jakarta, tapi Persija yang menyatukan kita semua.
SAJETE sekangi Jakmania Banjarnegara
KANGGO PERSIJA
APA BAE TEK LAKONI
Dhanz DeLonge
Diawali dengan kecintaan gw terhadap Persija, gw mempunyai ide untuk bikin suatu komunitas pecinta Persija di daerah gw. Memang di daerah gw banyak pecinta persija tapi buat nyatuin mereka sangat sulit, kebanyakan karena gw ga kenal. Saat itu temen gw yang bener2 cinta sama Persija cuma 1 sebut saja namanya Agin. Sebelum berdirinya Jak Banjarnegara kami berdua memang sering ngumpul bareng Jak Purwokerto karena massa mereka yang sudah agak banyak kalo ngga salah saat itu ada 30an . Ide buat komunitas di daerah sendiri muncul dalam benak gw, saat itu gw berjuang buat ngumpulin para pecinta Persija di daerah gw tentunya bersama sahabat gw Agin. Gw bikin Questioner tentang Persija buat gw bagi2in ke sekolah2. Hampir 1 minggu gw bagi2 questioner. setelah semua terkumpul dan gw data memang banyak yang suka Persija, tentu dengan alasan berbeda2. tapi itu hanya sebatas suka, bukan cinta Persija dari hati yang paling dalam.Saat itu pun gw sudah putus asa, tekad gw buat nyatuin pecinta Persija di daerah gw ga bakal terwujud, apalagi temen gw Agin kuliah di luar kota jadi kami sudah jarang berkomunikasi. Setelah sekian lama tekad itupun muncul kembali setalah gw curhat ke panutan gw, yaitu sapa lagi kalo bukan Bung Ferry. Dari beliaulah semangat buat nyatuin pecinta Persija di daerah gw muncul kembali. Waktu itu memang lagi rame-ramenya dengan situs jejaring Sosial facebook. Terus gw coba iseng-iseng bikin grup "Jakmania Banjarnegera Community", banyak juga yang gabung pada saat itu, banyak sms juga masuk ke hp gw nanyain home base Jak Banjarnegara, kebanyakan orang asli Banjarnegara pecinta Persija yang tinggal di Jakarta.
Saat itu gw ngga menyiakan kesempatan buat ngumpulin mereka, saat itu cuma orang 4 yang kumpul cuma buat sekedar sharing tentang kecintaan mereka terhadap Persija, jauh dari perkiraan gw sebelumnya. Mereka adalah Dodo, Gunawan, Bang Teguh (kakak Gunawan) dan tentunya gw sendiri Dhanz. Bang Teguh emang sudah jadi anggota Jakmania, gw juga banyak belajar dari dia. Semakin lama semakin banyak juga yang pengin gabung di Jakmania Banjarnegara, Banyak dari mereka yang masih sekolah, jadi buat ngumpul2 seringnya hari minggu. Pas waktu ngumpul pertama anak yang dateng kira2 cuma 10 anak, gw liat mereka memang para oren sejati. Saat itu juga pun gw langsung mempunyai ide tuk bikin kaos, mungkin salah satu cara nyebarin virus oren melalui bikin kaos ini. Dan ternyata perkiraan gw bener banyak yang mulai minat buat gabung bareng kami. Pas acara ngumpul selanjutnya memang banyak yang dateng. bisa dibilang paling banyak, kalo ga salah saat itu ada 25 anak yang ikut kumpul, bukan cuma dari laki2 saja dari kaum hawa pun ada yang ikut gabung, tapi cuma 5 orang saja.
Dan saat itu tanggal 27 Juni 2010 temen2 banyak yang usul buat bikin susunan organisasi biar lebih terkordiniir, kebetulan pas yang lagi ngumpul banyak jadi gw setuju tuk bikin susunan organisasi . Waktu itu memang semua langsung nunjuk gw buat jadi ketua Jak Banjarnegara, mungkin karena mereka anggep gw pemersatu para pecinta Persija di Banjarnegara. Jadi gw bertugas buat mengkoordinir semua anggota Jak Banjar.Jak Banjarnegara pun kami resmikan berdiri tanggal 27 Juni 2010. Acara ngumpul selanjutnya gw berniat buat bikin banner, yang nantinya bakal kami bawa saat nonton Persija bertanding.
Seperti yang Bung Ferry bilang ke gw, "Jumlah ga penting, yang penting kalian Solid" memang saat itu jumlah kami sekitar 30anak, dan apa yang gw khawatirkan terjadi satu per satu anggota banyak yang sudah ga aktif lagi, kebanyakan memang kuliah di luar kota, tapi banyak juga yang mengundurkan diri dan memilih ikut komunitas genk motor. Dan sampe saat ini yang masih aktif kira2 10 anak. mungkin 10 anak ini yang bener2 mencintai Persija dari hati.
Tur Pertama kali Jak Banjarnegara nonton Persija adalah saat Persija vs Persela Lamongan di Semarang, saat itu kami berangkat dengan naik mobil kira-kira yang ikut waktu itu 8 anak. Ada yang menarik dan bikin gw salut sama anggota gw yang satu ini namanya Rifki, kebetulan waktu itu hari sabtu. Saat itu pun gw bersama anggota lain yang ikut tur sudah berkumpul di alun2 Banjar, dari Banjar berangkat pagi sekitar jam 8.00. Pas semuanya dah siap kami pun pergi ke Semarang, tapi tiba2 Rfiky telpon gw buat ikut nonton, gw kira dia emang ga jadi ikut karena dia lagi ada ujian, pas dia udah sampe di alun2 gw tanya "katanya ga jadi ikut lu" dia jawab " gw abis di kejar satpam sekolah, tadi gw lompat pager cuma pengin nonton Persija, gw bolos buat Persija, ayo kita berangkat". Salut gw ama dia, bela2in bolos ujian cuma pengin nonton Persija. ga salah sama jargon Jak Banjarnegara "KANGGO PERSIJA APA BAE TEK LAKONI" (Demi Persija Apapun Kulakukan)
Sudah 1 tahun lewat Jak Banjarnegara berdiri, susah senang kami jalani bersama entah itu saat tur nonton Persija atau cuma sekedar ngumpul. Jujur bagi gw atau mungkin bagi rekan2 Jak Outsiders yang lain sangat menyayangkan kejadian rekan2 Jakmania di Jakarta yang ribut dengan sesama Jakmania juga. Disaat Jakmania outsiders mati2an berjuang cuma buat bisa nonton Persija berlaga, sedangkan rekan Jakmania yang berada di Jakarta malah ribut sesama Orang oren. sekian tulisan dari gw mengenai awal adanya Jakmania Banjarnegara ini. Bagi temen2 Jakmania outsiders lain tetap semangat dukuung Persija, meskipun kita ngga tinggal di Jakarta, tapi Persija yang menyatukan kita semua.
SAJETE sekangi Jakmania Banjarnegara
KANGGO PERSIJA
APA BAE TEK LAKONI
Dhanz DeLonge
Sabtu, 11 Mei 2013
Langganan:
Komentar (Atom)




























































