Rabu, 31 Juli 2013

Terimakasih Bambang Pamungkas! #B3P3ForPersija

Terimakasih Bambang Pamungkas! #B3P3ForPersija
Walau raga tak lagi disana, tetapi jiwa akan selalu bersama, berjuang untuk Persija Jakarta #PersijaSelamanya -Bambang Pamungkas-
JakOnline - Terimakasih Bambang Pamungkas! Kalimat pertama yang membuka sebuah “hadiah” kecil, bentuk penghargaan kami, sesuatu yang mungkin tidak akan bisa membalas semua yang telah kamu berikan untuk tim kebanggaan kami, walaupun kami tau kamu pun melakukannya dengan penuh rasa cinta untuk Persija Jakarta tanpa mengharap apapun imbalannya.
Sudah kurang lebih 13 tahun kamu memberikan seluruh tetes keringat, bahkan darah ketika kamu cidera hanya untuk Macan Kemayoran, walaupun dirimu bukan putra asli Jakarta segalanya yang terbaik telah engkau berikan. 182 gol hanya untuk Persija di kompetisi sepakbola Indonesia bukan jumlah yang sedikit untuk ukuran seorang pesepakbola lokal telah kamu berikan, dan kamu pun pernah merasakan patah kaki itu juga bersama Persija Jakarta.
Raihan gelar juara untuk yang pertama kali di era Liga Indonesia bergulir kamu persembahkan untuk Persija di tahun 2000/2001 sekaligus mengukuhkan dirimu sebagai top skor di tahun yang sama, selang setahun kemudian di tahun 2001/2002 kamu menjadi pemain terbaik Liga Indonesia
Kamu juga yang berjuang bersama kami suporter Persija ketika dihadapkan dengan masalah dualisme, bahu membahu di atas keyakinan yang sama, bahwa tidak ada yang perlu diragukan, ketika Persija yang asli adalah Persija dengan dukungan The Jakmania, Persija yang sudah mengukir satu bintang diatas logo monas sebagai lambang 10 kali juara sejak era perserikatan. Dan masih banyak lagi gelar baik secara individual maupun secara tim, yang kamu sudah berikan untuk Persija Jakarta.
Ketika pemain lokal di Indonesia tidak bisa bertahan dengan waktu yang lama hanya di satu klub, kamu pun membuktikan dengan hanya membela satu klub yang juga kamu cintai Persija Jakarta dalam jangka waktu tidak sedikit yakni 13 tahun, sebuah loyalitas yang tidak usah diragukan!
Musim ini di tahun kompetisi 2012/2013 bisa disebut sebagai tahun pergolakan hati yang sangat besar, tidak hanya untuk kami suporter, tapi juga untuk dirimu, ketika dengan segala masalah dan problematika yang ada kamu dengan sangat berat hati tidak jadi bagian skuad Persija yang kami dukung. Lagi-lagi kamu membuktikan rasa cinta yang sangat besar untuk Persija dengan memilih istirahat dan tidak memperkuat klub manapun, dan mengerjakan kesibukan lain dibidang jurnalistik yang saat ini sedang kamu rintis.
Terakhir, memang terasa berat ketika menghadapi kenyataan di musim ini, tidak ada lagi teriakan “Bambang Pamungkas Macannya Persija bola ditendang langsung masuk ke gawang, sorak-sorak The Jak Bergembira hari ini raih poin 3” dan chant lain yang didedikasikan untuk kamu ketika memberikan dukungan untuk Persija di stadion, tapi kami harus tetap tegar dan roda hidup terus berjalan. Apalagi ada seuntaian kalimat yang kamu ucapkan dan membuat kami tenang, “Musim ini mungkin belum bisa memperkuat Persija, musim depan ya, kita bertemu kembali”. (Zani-JO)
Selamat ulang tahun Bambang Pamungkas, ke 33 tahun doa yang terbaik selalu meluncur dari hati kami untukmu, sampai jumpa tahun depan! #B3p3ForPersija

Thank You The Great Bambang Pamungkas. Beyond Compare Captain!!!

Thank You The Great Bambang Pamungkas. Beyond Compare Captain!!!
JakOnline – Cepat atau lambat seragam oranye itu memang pasti akan engkau tinggalkan. kata-kata itu selalu saya ingat setiap kali saya melihat anda memimpin macan-macan lainnya di lapangan, bermain untuk kebanggaan kapanpun dan dimanapun.
Terbayang dalam benak saya suatu perpisahan yang indah saat saya melihat Del Piero dilepas oleh juventini di stadion mereka. Penuh rasa terima kasih. baik dari pemain, klub dan supporter. Seperti itulah bayangan yang terbersit di pikiran saya untuk anda. melepas anda dengan penuh rasa terima kasih, setelah sebelumnya anda memimpin macan-macan lain membawa kebanggaan kita menjadi juara.
Namun, malam ini, buyar sudah apa yang saya bayangkan. saya cinta persija, benar. tetapi anda bagian dari hal yang saya cinta. masuk dalam sejarah besarnya, ikut besar seiring kebesaran namanya. dan bagi saya, anda adalah legenda dari Persija di era saya. dan anda “terusir” dari kebanggaan kita setelah nama anda tidak didaftarkan dalam skuad Persija, hanya karna anda memperjuangkan hak anda dan macan-macan lainnya.
Sedih? jelas, belasan tahun sejak anda mengenakan kostum Persija, saya menyukai anda. menjadikan anda idola, tidak hanya urusan sepakbola. urusan kepemimpinan, patriotik, nasionalisme, loyalitas, dan besar hati saya banyak belajar dari anda. anda, salah satu inspirator dalam hidup saya.
Terima kasih atas apa yang anda berikan bagi Persija. gelar juara, permainan hebat, kepemimpinan yang hebat juga. terima kasih juga telah ikut berjuang untuk menunjukkan bahwa kebanggaan kita lah yang sejatinya Persija. (Edja-JO)
Sukses untukmu, keluargamu dan saya yakin dirimu tetap ada untuk Persija. anda dan saya,  selamanya Persija.

Mencintaimu (Persija) dengan hati


Mencintaimu (Persija) dengan hati
JakOnline- Pukulan keras sedang menghantam tubuh salah satu kelompok supporter di negeri ini. Berapa banyak media masa yang berbondong-bondong menyudutkan The Jakmania atas peristiwa 22 Juni 2013 lalu.
Tanpa gue sebutkan, pasti kalian semua tau kejadian apa yang sampai membuat citra baik Jakmania tercoreng sekali lagi. The Jakmania jumlahnya puluhan ribu, dan kejadian kemarin hanya melibatkan beberapa orang saja. Tetap saja “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”.
Bahkan setelah diketahui pelaku sebenarnya belum tentu dari pihak Jakmania.
Karena korban adalah team rival, dan kejadian terjadi di Jakarta, sekali lagi Jakmania harus menjadi kambing hitam di peristiwa ini. Sudahlah..
Ambil hikmah dari semua catatan kelam ini. Bukan berarti yang lalu biarlah berlalu, tetapi mari jadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi di masa depan. Mulai dari hati.. Cintai Persija dengan hati. Maka semua ego dan kesombongan perlahan tersingkir demi hal yang di cintai dengan hati, Persija.
Yang diperlukan macan ini bukan pria-pria pemberani, kuat, dan keras kepala. Tapi macan ini membutuhkan mereka yang bisa berteriak lantang meneriakan namanya dari arah tribun ketika mereka berlaga. Bukan teriakan makian ke kubu lawan yang mereka pinta, tapi teriakan untuk membakar semangat di dada mereka yang mereka harapkan.
Laga terakhir menjamu Persita kemarin 26/6 SUGBK, terlihat kedewasaan Jakmania sudah terbentuk. Di beberapa tribun terlihat kelompok supporter Persita. Dan bila di flashback, Jakmania dan Viola (supporter Persita) memiliki hubungan yang kurang harmonis. Tetapi lihat sekarang! Sampai hari ini gue belum denger ada pihak Viola yang mendapat intimidasi dari pihak supporter Persija. Standing applouse untuk kita semua. Pertahankan ini, demi nama baik Persija dan Jakmania.
Anggaplah Persija seperti kekasih atau sahabat atau Ayah & ibu kalian. Sekali lagi, cintai Persija dengan hati. Jangan biarkan Persija yang menerima luka atas kesalahan yang kita perbuat.
Macan ini sudah mulai bangkit, bantu dia berjalan, bantu dia kembali berlari, bimbing dia agar kembali ingat bagaimana menerkam mangsanya. Gue percaya, kalian bisa mencintai Persija dengan hati. Dan ga mungkin ngebiarin macan ini kembali terjatuh di lubang yang sebenarnya kita buat untuk mangsa si macan.
Gue yakin, macan ini masih ingat bagaimana cara menerkam mangsa nya. Tanpa perlu campur tangan kita dan tanpa harus kita buatkan lubang, gue yakin macan ini masih mampu. Gue yakin! Berdiri saja di sisinya, teriaklah, berikan semangat untuknya, bersama sama kita kembalikan Macan Kemayoran kepada habitatnya, menjadi juara! (@rawkvicky/JO)
Persija, maafkan kami belum bisa menjadi yang terbaik untukmu.
Maaf karena kami sering mengecewakanmu.
Dan maaf atas luka yang masih sering kami berikan untukmu.
Mengaumlah sekerasnya..
Berlarilah sekencangnya..
Dan kami akan kembali menjalankan tugas kami disini, mencintaimu dengan hati.

Selasa, 30 Juli 2013

Sejarah berdirinya jakmania Banjarnegara

Awal Berdirinya Jak Banjarnegara
Diawali dengan kecintaan gw terhadap Persija, gw mempunyai ide untuk bikin suatu komunitas pecinta Persija di daerah gw. Memang di daerah gw banyak pecinta persija tapi buat nyatuin mereka sangat sulit, kebanyakan karena gw ga kenal. Saat itu temen gw yang bener2 cinta sama Persija cuma 1 sebut saja namanya Agin. Sebelum berdirinya Jak Banjarnegara kami berdua memang sering ngumpul bareng Jak Purwokerto karena massa mereka yang sudah agak banyak kalo ngga salah saat itu ada 30an . Ide buat komunitas di daerah sendiri muncul dalam benak gw, saat itu gw berjuang buat ngumpulin para pecinta Persija di daerah gw tentunya bersama sahabat gw Agin. Gw bikin Questioner tentang Persija buat gw bagi2in ke sekolah2. Hampir 1 minggu gw bagi2 questioner. setelah semua terkumpul dan gw data memang banyak yang suka Persija, tentu dengan alasan berbeda2. tapi itu hanya sebatas suka, bukan cinta Persija dari hati yang paling dalam.Saat itu pun gw sudah putus asa, tekad gw buat nyatuin pecinta Persija di daerah gw ga bakal terwujud, apalagi temen gw Agin kuliah di luar kota jadi kami sudah jarang berkomunikasi. Setelah sekian lama tekad itupun muncul kembali setalah gw curhat ke panutan gw, yaitu sapa lagi kalo bukan Bung Ferry. Dari beliaulah semangat buat nyatuin pecinta Persija di daerah gw muncul kembali. Waktu itu memang lagi rame-ramenya dengan situs jejaring Sosial facebook. Terus gw coba iseng-iseng bikin grup "Jakmania Banjarnegera Community", banyak juga yang gabung pada saat itu, banyak sms juga masuk ke hp gw nanyain home base Jak Banjarnegara, kebanyakan orang asli Banjarnegara pecinta Persija yang tinggal di Jakarta.

Saat itu gw ngga menyiakan kesempatan buat ngumpulin mereka, saat itu cuma orang 4 yang kumpul cuma buat sekedar sharing tentang kecintaan mereka terhadap Persija, jauh dari perkiraan gw sebelumnya. Mereka adalah Dodo, Gunawan, Bang Teguh (kakak Gunawan) dan tentunya gw sendiri Dhanz. Bang Teguh emang sudah jadi anggota Jakmania, gw juga banyak belajar dari dia. Semakin lama semakin banyak juga yang pengin gabung di Jakmania Banjarnegara, Banyak dari mereka yang masih sekolah, jadi buat ngumpul2 seringnya hari minggu. Pas waktu ngumpul pertama anak yang dateng kira2 cuma 10 anak, gw liat mereka memang para oren sejati. Saat itu juga pun gw langsung mempunyai ide tuk bikin kaos, mungkin salah satu cara nyebarin virus oren melalui bikin kaos ini. Dan ternyata perkiraan gw bener banyak yang mulai minat buat gabung bareng kami. Pas acara ngumpul selanjutnya memang banyak yang dateng. bisa dibilang paling banyak, kalo ga salah saat itu ada 25 anak yang ikut kumpul, bukan cuma dari laki2 saja dari kaum hawa pun ada yang ikut gabung, tapi cuma 5 orang saja.
Dan saat itu tanggal 27 Juni 2010 temen2 banyak yang usul buat bikin susunan organisasi biar lebih terkordiniir, kebetulan pas yang lagi ngumpul banyak jadi gw setuju tuk bikin susunan organisasi . Waktu itu memang semua langsung nunjuk gw buat jadi ketua Jak Banjarnegara, mungkin karena mereka anggep gw pemersatu para pecinta Persija di Banjarnegara. Jadi gw bertugas buat mengkoordinir semua anggota Jak Banjar.Jak Banjarnegara pun kami resmikan berdiri tanggal 27 Juni 2010. Acara ngumpul selanjutnya gw berniat buat bikin banner, yang nantinya bakal kami bawa saat nonton Persija bertanding.

Seperti yang Bung Ferry bilang ke gw, "Jumlah ga penting, yang penting kalian Solid" memang saat itu jumlah kami sekitar 30anak, dan apa yang gw khawatirkan terjadi satu per satu anggota banyak yang sudah ga aktif lagi, kebanyakan memang kuliah di luar kota, tapi banyak juga yang mengundurkan diri dan memilih ikut komunitas genk motor. Dan sampe saat ini yang masih aktif kira2 10 anak. mungkin 10 anak ini yang bener2 mencintai Persija dari hati.

Tur Pertama kali Jak Banjarnegara nonton Persija adalah saat Persija vs Persela Lamongan di Semarang, saat itu kami berangkat dengan naik mobil kira-kira yang ikut waktu itu 8 anak. Ada yang menarik dan bikin gw salut sama anggota gw yang satu ini namanya Rifki, kebetulan waktu itu hari sabtu. Saat itu pun gw bersama anggota lain yang ikut tur sudah berkumpul di alun2 Banjar, dari Banjar berangkat pagi sekitar jam 8.00. Pas semuanya dah siap kami pun pergi ke Semarang, tapi tiba2 Rfiky telpon gw buat ikut nonton, gw kira dia emang ga jadi ikut karena dia lagi ada ujian, pas dia udah sampe di alun2 gw tanya "katanya ga jadi ikut lu" dia jawab " gw abis di kejar satpam sekolah, tadi gw lompat pager cuma pengin nonton Persija, gw bolos buat Persija, ayo kita berangkat". Salut gw ama dia, bela2in bolos ujian cuma pengin nonton Persija. ga salah sama jargon Jak Banjarnegara "KANGGO PERSIJA APA BAE TEK LAKONI" (Demi Persija Apapun Kulakukan)

Sudah 1 tahun lewat Jak Banjarnegara berdiri, susah senang kami jalani bersama entah itu saat tur nonton Persija atau cuma sekedar ngumpul. Jujur bagi gw atau mungkin bagi rekan2 Jak Outsiders yang lain sangat menyayangkan kejadian rekan2 Jakmania di Jakarta yang ribut dengan sesama Jakmania juga. Disaat Jakmania outsiders mati2an berjuang cuma buat bisa nonton Persija berlaga, sedangkan rekan Jakmania yang berada di Jakarta malah ribut sesama Orang oren. sekian tulisan dari gw mengenai awal adanya Jakmania Banjarnegara ini. Bagi temen2 Jakmania outsiders lain tetap semangat dukuung Persija, meskipun kita ngga tinggal di Jakarta, tapi Persija yang menyatukan kita semua.

SAJETE sekangi Jakmania Banjarnegara
KANGGO PERSIJA
APA BAE TEK LAKONI

Dhanz DeLonge